Kembali ke halaman beranda

ARTIKEL


GEOPARK RINJANI LOMBOK DALAM PERKEMBANGAN GEOPARK INDONESIA
Indonesia dengan julukan “Zamrud Khatulistiwa”, memiliki bentang alam (danau, gunung, lembah, kars,dsb) unik dan terlengkap didunia yang merupakan hasil dari sebuah proses geologi panjang sebagai bukti dalam pembentukan bumi. Selain itu, dengan posisinya yang berada di jalur khatulistiwa, Indonesia pun memiliki keragaman hayati (flora dan fauna) yang unik serta keragaman budaya yang sangat unik dan beragam mengiringi setiap bentang alam tersebut sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia akan keindahan alam tersebut. Selama ini, pemanfaatan dari bentang alam tersebut belum dikelola secara maksimal dan dimaknai secara komprehensif sebagai modal dasar pembangunan sebuah kawasan. Keragaman geologi tersebut hingga saat ini baru dimanfaatkan sebatas menikmati keindahan alamnya saja melalui kegiatan pariwisata dan menempatkan masyarakat sekitar sebagai obyek dalam pengelolaan kawasan tersebut. Sehingga keberadaan sumber daya alam tersebut saat ini terancam akan kerusakan yang massif, tidak saja disebabkan oleh tangan jahil manusia (perambahan, vandalism,dll) namun dapat pula disebabkan oleh factor alam (lapukan, erosi, dll). Adapun upaya konservasi akan sumber daya alam (khususnya keragaman geologi) di Indonesia masih belum dilakukan secara konprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada sehingga upaya yang selama ini dilakukan belum dirasakan maksimal dan perusakan akan sumber daya alam tersebut dapat dihindari. Geopark dalam konsep pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan mulia yaitu merubah pola pikir (mindset) pemanfaatan sumber daya alam (khususnya sumber daya geologi) yang selama ini baru dimanfaatkan melalui kegiatan ekstraktif (tambang) yang dirubah menjadi konservatif untuk meningkatkan perekonomian lokal maupun regional serta sebagai media transformasi revolusi mental masyarakat menjadi lebih disiplin, hidup bersih yang beretika, gotong royong, saling menghargai dan menjaga nilai-nilai kesamaan (share value). Semangat (spirit/roh) geopark adalah menyatukan perlindungan warisan geologi bersama ke dalam strategi pengembangan sosio-budaya dan ekonomi yang harmonis dengan konservasi lingkungan alam. Tujuannya selain untuk melindungi warisan geologi, juga memicu kebangkitan kembali budaya-budaya dan memperkuat hubungna manusia dengan lingkungannya. Praktek pengembangan social-budayaekonomi masyarakat (community development) dalam geopark terwujud melalui pengelolaan kawasan yang mandiri serta tercermin dalam aktifitas-aktifitas (konservasi, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan) yang diciptakan secara kreatif dan menarik serta berbasis pada upaya pelestarian nilai-nilai luhur sebelum kawasan tersebut, salah satu contohnya adalah kegiatan pariwisata pedesaan berkelanjutan yang memicu aktifitas ekonomi kreatif misalnya; penegembangan penginapan tradisional (homestay), inovasi penciptaan cindera mata, obat-obat herbal tradisional, pagelaran pertunjukan seni budaya setempat, hingga kuliner khas setempat menjadi penyelenggaraan pariwisata berkelanjutan yang sesuai dan menghargai karakteristik budaya daerah setempat. Konsep geopark telah diakui dunia sebagai konsep yang terbaik pada saat ini dalam hal pemanfaatan sumber daya alam geologi yang berkelanjutan, terbukti hingga saat ini telah terdapat 120 kawasan geopark global yang tersebar di 46 negara serta melalui siding umum UNESCO ke 38 di paris pada tangga 17 nopember 2015 Geopark secara resmi diakui sebagai salah satu program UNESCO bernama International Geoscience and Geopark Programme (IGGP) dan pedoman operasional Geopark Global Internasional tersebut termuat dalam dokumen 38C/14 UNESCO. Sejak tahun 2008, Indonesia melalui Badan Geologi, Kementerian ESDM yang bekerja sama dengan Komisi Indonesia untuk UNESCO (KNIU) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemenko Kemaritiman, Kemenko Perekonomian, BAPPENAS, serta pemerintah daerah telah menerapkan konsep Geopark dalam pemanfaatan sumber daya alam. Konsep tersebut dirasakan sangat cocok untuk dikembangkan, terbukti dengan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya ( pada tahun 2011, Asia Tenggara memili 2 Global Geopark yaitu 1 di Malaysia dan 1 di Vietnam, pada tahun 2016 terdapat 4 Global Geopark yaitu 1 di Malaysia dan 1 di Vietnam, dan 2 di Indonesia). Hingga akhir tahun 2016 Indonesia memiliki 4 kawasan Geopark Nasional (Kaldera Toba, Merangin Jambi, Ciletuh-Pelabuhan Ratu, dan Rinjani Lombok) dan dua kawasan Geopark Global UNESCO (Gunung Batur dan Gunung Sewu). Dari data yang ada menunjukkan adanya peningkatan significant kunjungan pada kawasan-kawasan Geopark mencapai 5.624.493 orang kunjungan domestic, dan 642.000 orang kunjungan mancanegara, dengan peredaran uang di kawasan-kawasan Geopark mencapai ± 3,5T. Geopark Rinjani Lombok diinisiasi kedalam program Geopark sejak 2008, dalam perkembangannya diakui sebagai Geopark Nasional pada 7 Oktober 2013, dan pada tahun 2016 diusulkan menjadi Unesco Global Geopark (UGG). Tahun 2017 diharapkan akan dapat mendapat pengakuan sebagai bagian dari UGG. Potensi Geopark Rinjani Lombok dari yang sudah diidentifikasi terdiri dari 22 situs Geologi (Geo harritage), 8 Situs Biologi (Bio herritage), dan 17 situs budaya (Culture Harritage). Persebarannya meliputi wilayah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram. Dukungan pengembangan Geopark Rinjani Lombok juga telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah yang selanjutnya akan di tindaklanjuti dengan kerjasama dan sinkronisasi program guna mendukung Geopark Rinjani sebagai Geopark Dunia. Pemberdayaan Masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan Geopark Rinjani Lombok perlu banyak di munculkan, sehingga masyarakat akan menerima manfaat dari keberadaan geosite disekitar lingkungan mereka. Pemberdayaan masyarakat perlu ada pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan. Hal ini untuk melatih bagaimana mengemas suatu kegiatan disekitar geosite menjadi kegiatan yang menarik dan dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi, sehingga peluang multiplier effect dari kegiatan wisata berpotensi menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat. (rinjanigeopark.com)

Bagaimana Menurut Pendapat Anda tentang Website ini?

Pilih
Hari
Jam Pelayanan
Senin - Kamis
08.00 - 17.00
Jumat
08.00 - 11.00

DPMPTSP Kabupaten Lombok Timur

Jl. MT. Haryono No. 07 Selong, Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Telp. (0376) 2991800
Email: [email protected]

Statistik Pengunjung
  • Pengunjung (25.249 Kunjungan)
  • Hits (69.842 Kunjungan)
  • Hari Ini (1 Kunjungan)