Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur menggelar Bimbingan Teknis bagi pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri yang berlangsung selama dua hari, Senin 30-31 Mei di Hotel Green Ory Inn, Tetebatu Selatan. Kepala Dinas PMPTSP Lombok Timur, Dewanto Hadi dalam sambutannya saat membuka Bimtek menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian memperkuat kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha. Peran pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk bersama-sama membangun daerah, membuka lapangan kerja baru. Menurutnya, implementasi masih didominasi oleh investasi pemerintah, ini bisa dilihat dari distribusi APBD program-program yang ada baik itu dalam bentuk belanja langsung maupun tidak langsung, hingga perlu investasi swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. " Ini bisa dilihat misalnya saat gajian ASN, pusat swalayan ramai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, agak berbeda dengan daerah yang padat investasi dan usaha bisa setiap pekan. Paradigma pelayanan itu, pengusaha harus dimudahkan namun bukan berarti menyampingkan syarat ketentuan yang ada. Kecepatan pelayanan pemerintah semakin meningkat," jelasnya di hadapan pengusaha UMKM. Lombok Timur, papar Dewanto Hadi, memiliki potensi yang besar dan menjanjikan baik itu potensi usaha pariwisata, perikanan laut dan potensi lainnya seperti sektor pertanian dan perkebunan. " Semua ada tinggal bagaimana mengolahnya. Sekitar 13 juta pertahun pendapatan perkapita warga Lombok Timur dan itu masih tergolong kecil dibandingkan daerah lain. Diharapkan dengan adanya usaha yang berkembang bisa menjadi indikator untuk pertumbuhan ekonomi," imbuh mantan Kepala Bappeda tersebut. Dijelaskan, fenomena pendapatan asli daerah masih menjadi orientasi, kedepan diharapakan bergeser, pemerintah terus mendorong terciptanya lapangan kerja, menyerap tenaga kerja baru dan bisa berkontribusi untuk pembangunan ekonomi. " Target invetasi tahun ini untuk Lombok Timur sebesar 1,3 triliun dan kita optimis melampaui itu, bahkan di triwulan pertama saja tahun ini 2022 trend data investasi cukup besar," ungkapnya. (tim)